ANGKLUNG DAN KESENIAN SUNDA

ANGKLUNG DAN KESENIAN SUNDA

Posted on Oct 17 2010 by div3rt

pencak silat


Angklung

Pastinya dah pada tahu kan dengan salah satuh kesenian tradisonal yang satu ini…!!! ya betul Angklung adalah salah satu kesenia tradisional dari jawabarat,nah di sini ada salah satu tempat di daerah bandung yang khusus menggelar pertunjukan pagelaran Angklung dan kebudayaan sunda lainnya yaitu “SAUNG ANGKLUNG MANG UJO”.

Saung Mang Udjo adalah salah satu tempat PERTUNJUKAN ANGKLUNG dan beberapa Budaya SUNDA yang ada di Kota Bandung. didirikan oleh seorang budayawan yang bernama (alm) Udjo Ngalagena dan Istrinya Uum Sumiyati pada tahun 1966, pada waktu itu beliau memiliki cita – cita untuk menyebarluaskan pengetahuannya mengenai Angklung dan Budaya Sunda ke anak2 daerah sekitar ( daerah Padasuka) yang pada akhirnya berkembang sampai sekarang menjadi tempat pertunjukkan pariwisata BERKELAS INTERNASIONAL.

dan disana terdapat juga sanggar yang mengajarkan mengenai KEBUDAYAAN SUNDA itu sendiri, banyak anak – anak Bandung yang menjadi anggota sanggar tersebut untuk mempelajari kebudayaan sunda dan seni pertunjukkan. Jadi tempat itu juga dijadikan sebagai OBJEK WISATA KHAS JAWA BARAT yang mengandalkan SEMANGAT GOTONG ROYONG antar sesama warga desa (CMIIW)
.
Tempat ini sangat TERKENAL BAGI TURIS2 MANCANEGARA akan tetap SANGAT DISAYANGKAN bagi turis2 lokal, Angklung Mang Udjo sendiri kurang tergaung di telinga. padahal biaya pertunjukkannya tidak terlalu mahal
Rp. 50.000,- untuk 3 jam pertunjukkan (plus Bandrek/Teh Botol sebagai welcome drink) —> harga perorangan gan, kalau rombongan sih bisa diteken sampe Rp. 30.000,-

dan dibuktikan ketika TS kesana, isinya bule2 semua coyy… yang lokal mah ga ada.. padahal pertunjukkannya asik banget lhoo.. kita diajak untuk berinteraksi dalam mengenal ALAT MUSIK TRADISIONAL ANGKLUNG…

Tahapan Pertunjukkan diantaranya :
1. Demonstrasi Wayang Golek
2. Heleran ( Upacara Panen Padi )
3. Tari Topeng & Tari Merak
4. Pertunjukkan Calung
5. Pertunjukkan Arumba
6. Bermain Angklung Bersama
7. Menari Bersama

 

Degung

Degung adalah kumpulan alat musik dari sunda.
Ada dua pengertian tentang istilah degung:
•    degung sebagai nama perangkat gamelan
•    degung sebagai nama laras bagian dari laras salendro ( berdasarkan teori Raden Machjar Angga Koesoemadinata).
•    Degung sebagai unit gamelan dan degung sebagai laras memang sangat lain. Dalam teori tersebut, laras degung terdiri dari degung dwiswara (tumbuk: (mi) 2 – (la) 5) dan degung triswara: 1 (da), 3 (na), dan 4 (ti).
Gamelan Degung
Ada beberapa gamelan yang pernah ada dan terus berkembang di Jawa Barat, antara lain Gamelan Salendro, Pelog dan Degung. Gamelan salendro biasa digunakan untuk mengiringi pertunjukan wayang, tari, kliningan, jaipongan dan lain-lain. Gamelan pelog fungsinya hampir sama dengan gamelan salendro, hanya kurang begitu berkembang dan kurang akrab di masyaraka dan jarang dimiliki oleh grup-grup kesenian di masyarakat. Hal ini menandakan cukup terwakilinya seperangkat gamelan dengan keberadaan gamelan salendro, sementara gamelan degung dirasakan cukup mewakili kekhasan masyarakat Jawa Barat. Gamelan lainnya adalah gamelan Ajeng berlaras salendro yang masih terdapat di kabupaten Bogor, dan gamelan Renteng yang ada di beberapa tempat, salah satunya di Batu Karut, Cikalong kabuki Bandung. Melihat bentuk dan interval gamelan renteng, ada pendapat bahwa kemungkinan besar gamelan degung yang sekarang berkembang, berorientasi pada gamelan Renteng.
Ada gamelan yang sudah lama terlupakan yaitu KOROMONG yang ada di Kp. Lamajang Desa Lamajang Kec. Pangalengan Kab. Bandung. Gamelan ini sudah tidak dimainkan sejak kira-kira 35 – 40 tahun dan sudah tidak ada yang sanggup untuk menabuhnya karena gamelan KOROMONG ini dianggap mempunyai nilai mistis. Gamelan KOROMONG ini sekarang masih ada dan terpelihara dengan baik. Untuk supaya gamelan KOROMONG ini dapat ditabuh, maka kata yang memegang dan merawat gamelan tersebut harus dibuat Duplikatnya.
Sejarah
Degung merupakan salah satu gamelan khas dan asli hasil kreativitas masyarakat Sunda. Gamelan yang kini jumlahnya telah berkembang dengan pesat, diperkirakan awal perkembangannya sekitar akhir abad ke-18/awal abad ke-19. Jaap Kunst yang mendata gamelan di seluruh Pulau Jawa dalam bukunya Toonkunst van Java (1934) mencatat bahwa degung terdapat di Bandung (5 perangkat), Sumedang (3 perangkat), Cianjur (1 perangkat), Ciamis (1 perangkat), Kasepuhan (1 perangkat), Kanoman (1 perangkat), Darmaraja (1 perangkat), Banjar (1 perangkat), dan Singaparna (1 perangkat).
Masyarakat Sunda dengan latar belakang kerajaan yang terletak di hulu sungai, kerajaan Galuh misalnya, memiliki pengaruh tersendiri terhadap kesenian degung, terutama lagu-lagunya yang yang banyak diwarnai kondisi sungai, di antaranya lagu Manintin, Galatik Manggut, Kintel Buluk, dan Sang Bango. Kebiasaan marak lauk masyarakat Sunda selalu diringi dengan gamelan renteng dan berkembang ke gamelan degung.
Dugaan-dugaan masyarakat Sunda yang mengatakan bahwa degung merupakan musik kerajaan atau kadaleman dihubungkan pula dengan kirata basa, yaitu bahwa kata “degung” berasal dari kata “ngadeg” (berdiri) dan “agung” (megah) atau “pangagung” (menak; bangsawan), yang mengandung pengertian bahwa kesenian ini digunakan bagi kemegahan (keagungan) martabat bangsawan. E. Sutisna, salah seorang nayaga Degung Parahyangan, menghubungkan kata “degung” dikarenakan gamelan ini dulu hanya dimiliki oleh para pangagung (bupati). Dalam literatur istilah “degung” pertama kali muncul tahun 1879, yaitu dalam kamus susunan H.J. Oosting. Kata “De gong” (gamelan, bahasa Belanda) dalam kamus ini mengandung pengertian “penclon-penclon yang digantung”.
Gamelan yang usianya cukup tua selain yang ada di keraton Kasepuhan (gamelan Dengung) adalah gamelan degung Pangasih di Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang. Gamelan ini merupakan peninggalan Pangeran Kusumadinata (Pangeran Kornel), bupati Sumedang (1791—1828).
Perkembangan
Dulu gamelan degung hanya ditabuh secara gendingan (instrumental). Bupati Cianjur RT. Wiranatakusumah V (1912—1920) melarang degung memakai nyanyian (vokal) karena membuat suasana kurang serius (rucah). Ketika bupati ini tahun 1920 pindah menjadi bupati Bandung, maka perangkat gamelan degung di pendopo Cianjur juga turut dibawa bersama nayaganya, dipimpin oleh Idi. Sejak itu gamelan degung yang bernama Pamagersari ini menghiasi pendopo Bandung dengan lagu-lagunya.
Melihat dan mendengarkan keindahan degung, salah seorang saudagar Pasar Baru Bandung keturunan Palembang, Anang Thayib, merasa tertarik untuk menggunakannya dalam acara hajatan yang diselenggarakannya. Kebetulan dia sahabat bupati tersebut. Oleh karena itu dia mengajukan permohonan kepada bupati agar diijinkan menggunakan degung dalam hajatannya, dan diijinkannya. Mulai saat itulah degung digunakan dalam hajatan (perhelatan) umum. Permohonan semacam itu semakin banyak, maka bupati memerintahkan supaya membuat gamelan degung lagi, dan terwujud degung baru yang dinamakan Purbasasaka, dipimpin oleh Oyo.
Sebelumnya waditra (instrumen) gamelan degung hanya terdiri atas koromong (bonang) 13 penclon, cempres (saron panjang) 11 wilah, degung (jenglong) 6 penclon, dan goong satu buah. Kemudian penambahan-penambahan waditra terjadi sesuai dengan tantangan dan kebutuhan musikal, misalnya penambahan kendang dan suling oleh bapak Idi. Gamelan degung kabupaten Bandung, bersama kesenian lain digunakan sebagai musik gending karesmen (opera Sunda) kolosal Loetoeng Kasaroeng tanggal 18 Juni 1921 dalam menyambut Cultuurcongres Java Institut. Sebelumnya, tahun 1918 Rd. Soerawidjaja pernah pula membuat gending karesmen dengan musik degung, yang dipentaskan di Medan. Tahun 1926 degung dipakai untuk illustrasi film cerita pertama di Indonesia berjudul Loetoeng Kasaroeng oleh L. Heuveldrop dan G. Kruger produksi Java Film Company, Bandung. Karya lainnya yang menggunakan degung sebagai musiknya adalah gending karesmen Mundinglaya dikusumah oleh M. Idris Sastraprawira dan Rd. Djajaatmadja di Purwakarta tahun 1931.
Setelah Idi meninggal (tahun 1945) degung tersendat perkembangannya. Apalagi setelah itu revolusi fisik banyak mengakibatkan penderitaan masyarakat. Degung dibangkitkan kembali secara serius tahun 1954 oleh Moh. Tarya, Ono Sukarna, dan E. Tjarmedi. Selain menyajikan lagu-lagu yang telah ada, mereka menciptakan pula lagu-lagu baru dengan nuansa lagu-lagu degung sebelumnya. Tahun 1956 degung mulai disiarkan secara tetap di RRI Bandung dengan mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat. Tahun 1956 Enoch Atmadibrata membuat tari Cendrawasih dengan musik degung dengan iringan degung lagu palwa. Bunyi degung lagu Palwa setiap kali terdengar tatkala pembukaan acara warta berita bahasa Sunda, sehingga dapat meresap dan membawa suasana khas Sunda dalam hati masyarakat.
Pengembangan lagu degung dengan vokal dilanjutkan oleh grup Parahyangan pimpinan E. Tjarmedi sekitar tahun 1958. Selanjutnya E. Tjarmedi dan juga Rahmat Sukmasaputra mencoba menggarap degung dengan lagu-lagu alit (sawiletan) dari patokan lagu gamelan salendro pelog. Rahmat Sukmasaputra juga merupakan seorang tokoh yang memelopori degung dengan nayaga wanita. Selain itu, seperti dikemukakan Enoch Atmadibrata, degung wanita dipelopori oleh para anggota Damas (Daya Mahasiswa Sunda) sekitar tahun 1957 di bawah asuhan Sukanda Artadinata (menantu Oyo).
Tahun 1962 ada yang mencoba memasukkan waditra angklung ke dalam degung. Tetapi hal ini tidak berkembang. Tahun 1961 RS. Darya Mandalakusuma (kepala siaran Sunda RRI Bandung) melengkapi degung dengan waditra gambang, saron, dan rebab. Kelengkapan ini untuk mendukung gending karesmen Mundinglayadikusumah karya Wahyu Wibisana. Gamelan degung ini dinamakan degung Si Pawit. Degung ini juga digunakan untuk pirigan wayang Pakuan. Dari rekaman-rekaman produksi Lokananta (Surakarta) oleh grup RRI Bandung dan Parahyangan pimpinan E. Tjarmedi dapat didengarkan degung yang menggunakan waditra tambahan ini. Lagu-lagu serta garap tabuhnya banyak mengambil dari gamelan salendro pelog, misalnya lagu Paksi Tuwung, Kembang Kapas, dsb. Pada tahun 1964, Mang Koko membuat gamelan laras degung yang nadanya berorientasi pada gamelan salendro (dwi swara). Bentuk ancak bonanya seperti tapal kuda. Dibanding degung yang ada pada waktu itu, surupannya lebih tinggi. Keberadaan degung ini sebagai realisasi teori R. Machyar. Gamelan laras degung ini pernah dipakai untuk mengiringi gending karesmen Aki Nini Balangantrang (1967) karya Mang Koko dan Wahyu Wibisana.
Tahun 1970—1980-an semakin banyak yang menggarap degung, misalnya Nano S. dengan grup Gentra Madya (1976), lingkung seni Dewi Pramanik pimpinan Euis Komariah, degung Gapura pimpinan Kustyara, dan degung gaya Ujang Suryana (Pakutandang, Ciparay) yang sangat populer sejak tahun 1980-an dengan ciri permainan sulingnya yang khas. Tak kalah penting adalah Nano S. dengan grup Gentra Madya-nya yang memasukan unsur waditra kacapi dalam degungnya. Nano S. membuat lagu degung dengan kebiasaan membuat intro dan aransemen tersendiri. Beberapa lagu degung karya Nano S. yang direkam dalam kaset sukses di pasaran, di antaranya Panglayungan (1977), Puspita (1978), Naon Lepatna (1980), Tamperan Kaheman (1981), Anjeun (1984) dan Kalangkang yang dinyanyikan oleh Nining Meida dan Barman Syahyana (1986). Lagu Kalangkang ini lebih populer lagi setelah direkam dalam gaya pop Sunda oleh penyanyi Nining Meida dan Adang Cengos sekitar tahun 1987.
Berbeda dengan masa awal (tahun 1950-an) dimana para penyanyi degung berasal dari kalangan penyanyi gamelan salendro pelog (pasinden; ronggeng), para penyanyi degung sekarang (sejak 1970-an) kebanyakan berasal dari kalangan mamaos (tembang Sunda Cianjuran), baik pria maupun wanita. Juru kawih degung yang populer dan berasal dari kalangan mamaos di antaranya Euis Komariah, Ida Widawati, Teti Afienti, Mamah Dasimah, Barman Syahyana, Didin S. Badjuri, Yus Wiradiredja, Tati Saleh dan sebagainya.
Lagu-lagu degung di antaranya: Palwa, Palsiun, Bima Mobos (Sancang), Sang Bango, Kinteul Bueuk, Pajajaran, Catrik, Lalayaran, Jipang Lontang, Sangkuratu, Karang Ulun, Karangmantri, Ladrak, Ujung Laut, Manintin, Beber Layar, Kadewan, Padayungan, dsb. Sedangkan lagu-lagu degung ciptaan baru yang digarap dengan menggunakan pola lagu rerenggongan di antaranya: Samar-samar, Kembang Ligar, Surat Ondangan, Hariring Bandung, Tepang Asih, Kalangkang, Rumaos, Bentang Kuring, dsb.
Perkembangan di luar negeri
Di luar Indonesia pengembangan degung dilakukan oleh perguruan tinggi seni dan beberapa musisi, misalnya Lingkung Seni Pusaka Sunda University of California (Santa Cruz, USA), musisi Lou Harrison (US), dan Rachel Swindell bersama mahasiswa lainnya di London (Inggris), Paraguna (Jepang), serta Evergreen, John Sidal (Kanada). Di Melbourne, Australia, ada sebuah set gamelan degung milik University of Melbourne yang seringkali digunakan oleh sebuah komunitas pencinta musik Sunda untuk latihan dan pementasan di festival-festival.

Videokeman

videokeman mp3
Dear God – Avenged Sevenfold Song Lyrics
[/gigya width="300" height="44" src="http://videokeman.com/music/videokemanplay.swf" quality="high" flashvars="playerID=1&bg=0xffffff&leftbg=0xCA4536&lefticon=0xffffff&rightbg=0xCA4536&rightbghover=0x999999&righticon=0xffffff&righticonhover=0xffffff&text=0xCA4536&slider=0x303030&track=0xFFFFFF&border=0x666666&loader=0xC52C24&autostart=yes&loop=yes&soundFile=http://videokeman.com/dload/flv5/092509/Avenged_SevenfoldX-XDear_God.vkm" wmode="transparent" ]

Ban Tubeless Vs Ban Konvensional

Mungkin banyak yang bertanya, apa beda ban tubeless dengan ban konvensional yang masih memakai ban dalam? Dan mengapa hanya sedikit orang yang memakai ban tubeless ketimbang ban konvensional?

Jawabannya sederhana, ban tubeless berarti ban tersebut tidak memiliki ban dalam. Lantas apa untung rugi dari ban tubeless dengan ban konvensional tersebut?

Ban tubeless memiliki keunggulan yakni dia dapat mencegah kempes tiba-tiba saat tertusuk paku atau benda kecil yang tajam yang berbahaya bagi ban tersebut. Setidaknya dengan begitu anda dapat segera mencari tukang tambal ban tubeless dengan segera, bandingkan bila ban anda kempes tiba-tiba dan itu membuat anda harus berjalan mencari-cari tukang tambal ban untuk menambal ban tersebut jika anda memakai ban konvensional. Selain memakan waktu untuk mencari serta memakan waktu pula untuk menambal ban dalam tersebut, ditambah lagi bibir velg kendaraan kita terutama untuk yang memakai velg racing bisa menjadi baret-baret karena harus melepas ban luar dahulu (yang mana prosesnya memang selalu kasar).

Namun dibalik kelebihannya, ban Tubeless tersebut juga memiliki kelemahan, yakni bila ban tubeless tersebut sudah mulai kempes sampai habis anginnya, kita susah mencari bengkel yang dapat menambal ban tubeless tersebut jika sudah bocor. Ditambah biasanya harganya lebih mahal ketimbang ban konvensional dikarenakan kelebihan-kelebihan yang terdapat pada ban tubeless tersebut.

Dianjurkan bagi pemilik motor (biasanya) untuk memakai ban tubeless tersebut, selain memiliki kelebihan, setidaknya kita tidak akan direpotkan oleh kekurangan yang terdapat pada pemakaian ban konvensional tersebut

10 Cara Menghemat Konsumsi BBM

Ada banyak faktor yang mempengaruhi konsumsi bbm mobil. Seperti kapasitas mesin, transmisi, bobot kendaraan dan tekanan ban. Selain itu, tingkat kepadatan lalu lintas, pola mengemudi dan kondisi mobil pun turut memberi pengaruh.

Lalu bagaimana cara menghemat konsumsi bbm sekaligus memperpanjang jarak tempuh mobil? Anda bisa menghemat konsumsi bbm mobil Anda dengan 10 cara ini.
1. Menjaga putaran mesin

Umumnya, torsi maksimum mesin berada pada 2.500-3.500 rpm. Lakukan perpindahan gigi pada rentang putaran mesin itu. Jika putaran mesin terlalu tinggi, maka suplai bensin akan makin banyak. Sedang jika terlalu rendah, butuh injakan pedal gas yang lebih dalam untuk menambah kecepatan.

2. Gunakan AC dengan bijak

Menggunakan AC memberi beban besar pada mesin yang dapat meningkatkan konsumsi bbm. Non-aktifkan AC jika udara luar cukup untuk menyejukan kabin mobil. Pada cuaca panas, parkirlah mobil di tempat yang teduh. Ketika ingin mengemudi lagi, bukalah semua kaca untuk mengeluarkan udara panas dari kabin. Sehingga dapat mengurangi kerja AC untuk mendinginkan kabin.

3. Hindari akselerasi dan pengereman mendadak

Berakselerasi atau melaju dengan konstan membuat suplai bahan bakar juga konstan. Akselerasi mendadak dapat membuat ECU memerintahkan untuk menyuplai bensin hingga maksimal. Sedangkan mengerem secara berlebihan memaksa Anda untuk menekan gas lebih dalam untuk memperoleh kecepatan semula. Injak pedal gas dengan halus serta perhitungkan jarak pengereman yang memadai.

4. Cermati tekanan dan keselarasan ban

Kurangnya tekanan ban jelas berbahaya. Kondisi itu dapat menambah hambatan untuk melaju. Untuk mencapai kecepatan tertentu, mesin bekerja lebih keras ketimbang normal yang membutuhkan lebih banyak bbm. Juga dapat meningkatkan keausan ban yang tidak merata. Keselerasan ban, keausan bearing roda dan rem yang menyangkut dapat menambah konsumsi bbm 10%.

5. Servis mobil secara berkala

Saringan udara dan oli kotor, busi yang sudah aus, oli mesin lama tidak diganti, knalpot bocor dan masalah pada sistem kontrol emisi dapat meningkatkan konsumsi bbm. Lakukan servis berkala untuk mengurangi hambatan ini. Lebih baik lagi jika servis itu dilakukan sebelum mencapai jarak tempuh yang telah ditentukan.

6. Pakai bbm dengan oktan sesuai

Banyak mesin mobil yang dapat bekerja baik dengan bahan bakar bernilai oktan yang lebih rendah dari rekomendasi pabrik. Kecuali jika terdengar knocking.  Tapi performa mesin maupun konsumsi bbm akan membaik saat menggunakan bbm dengan oktan sesuai rekomendasi pabrikan.

7. Kurangi beban

Jangan gunakan bagasi mobil sebagai lemari kedua Anda. Atau Anda selalu membawa banyak barang dan aksesori berat yang tidak dibutuhkan pada perjalanan Anda hari itu. Penambahan beban ini membuat mesin bekerja lebih berat dari kondisi normal. Pasalnya, Anda harus menginjak pedal gas lebih dalam untuk memperoleh kecepatan.

8. Hindari macet

Kondisi stop and go  begitu cepat mengurangi isi tangki bbm mobil Anda. Sebisa mungkin hindari jam-jam sibuk untuk menghindari macet. Hindari pula membiarkan mesin idle  untuk waktu yang lama, seperti menyalakan mesin ketika menunggu. Karena kondisi itu membutuhkan lebih banyak bbm ketimbang mematikan dan menyalakan mesin lagi.

9. Rencanakan rute perjalanan

Menentukan rute perjalanan yang efektif dan terhindar dari macet memang membutuhkan pengalaman Anda. Hindari jalan macet yang pernah Anda lewati di waktu lampau. Menggunakan peta dan GPS akan memudahkan Anda menentukan rute perjalanan. Jika ingin singgah beberapa kali, upayakan agar rutenya tetap satu poros.

10. Mengemudi smart

Mengurangi kecepatan yang biasa Anda gunakan dapat menghemat bbm. Melaju pada kecepatan 100 km/jam menggunakan bbm sekitar 15% lebih banyak ketimbang melaju pada 80 km/jam. Menggunakan fitur cruise control di jalan bebas hambatan atau mengaktifkan overdrive untuk transmisi otomatis, membuat ECU mesin memerintahkan suplai bbm pada mode ekonomis.

Berbagai jenis penyakit kulit

Berbagai Jenis Penyakit Kulit jenis jenis penyakit kulit Beda penyebab beda pula jenis penyakit kulitnya Seperti yang kita ketahui dari banyak penyakit pada spektrum medis, referensi penyakit kulit adalah kondisi beragam yang mempengaruhi kulit. Penyakit yang mempengaruhi kulit dapat disebabkan oleh komplikasi kondisi medis lainnya, infeksi jamur, infeksi bakteri, reaksi alergi (alergi kulit), dan bahkan gigitan serangga. Kulit dipengaruhi oleh kondisi internal dan eksternal. Kulit menghadapi berbagai bahaya lingkungan sehingga rentan terhadap segala macam ancaman. kecenderungan genetik untuk kondisi tertentu juga disebabkan munculnya penyakit kulit tertentu. Bahkan terjadinya satu jenis penyakit kulit dapat menyebabkan munculnya jenis penyakit kulit lainnya. Jenis penyakit kulit biasanya masuk ke dalam kategori tertentu. Jenis yang paling umum dari penyakit kulit termasuk gangguan inflamasi (infeksi), virus, bakteri, kanker, dan jamur. Macam-macam penyakit kulit yang berhubungan dengan jenis penyakit kulit tertentu biasanya akan menunjukkan gejala yang sama, disebabkan oleh sumber yang sama, dan diperlakukan dan/atau disembuhkan dengan cara yang sama. Tentu saja setiap macam-macam penyakit kulit akan menunjukkan varians dalam gejala dan keparahan dan mungkin menampilkan beberapa karakteristik yang unik. Jenis penyakit kulit dapat berkisar dari hampir tak terlihat hingga mengancam kehidupan. Namun jenis penyakit kulit akan membantu menentukan kemungkinan penyebab dan perawatan terbaik. Gangguan Inflamasi: Jenis penyakit kulit akibat inflamasi sebagian besar ruam lebih umum. Eksim, dermatitis, psoriasis, dan ruam popok termasuk dalam kategori ini. Jerawat juga merupakan jenis penyakit kulit inflamasi. Kebanyakan kondisi ini jangka panjang. Kondisi ini menyebabkan kemerahan, pembengkakan, lesi, dan plak pada kulit. Kulit menjadi meradang dan dapat hangat disentuh. Lepuh dapat membentuk dan cairan. Banyak penyakit kulit inflamasi yang berhubungan dengan gatal. Penyakit kulit Viral: Penyakit kulit yang diakibatkan oleh virus terdiri beberapa tipe. Banyak penyakit kulit virus dengan kondisi hidup pendek yang datang dengan daftar gejala tidak nyaman. Cacar air dan campak yang paling dikenali. Kedua penyakit yang disertai dengan demam, ruam kulit, dan beberapa gejala seperti dingin. Selain itu Herpes zoster adalah salah satunya dimana kondisi ini menyakitkan berlangsung beberapa bulan. Herpes 1 dan 2 adalah jenis lain dari penyakit kulit yang diakibatkan oleh virus. Keduanya menyebar dengan kontak fisik. Lepuh mencakup bidang-bidang yang terkait dengan jenis tertentu. Herpes 1 menyebabkan luka dingin untuk membentuk di bibir. Herpes 2 membentuk kelainan pada alat kelamin. Kanker Kulit: Kanker kulit adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh paparan sinar cahaya tertentu dari matahari dan dari tanning bed. Kanker ini telah meningkat di masyarakat umum selama bertahun-tahun dan telah muncul sebagai jenis utama kanker pada pria. Orang-orang didiagnosis dengan jenis kanker pada usia yang jauh lebih muda daripada di dekade terakhir. Bakteri : Kebanyakan bakteri jenis penyakit kulit disebabkan oleh staphylococci. Bakteri ini menyebabkan penyakit hidup pada manusia. Infeksi jamur : Infeksi jamur disebabkan oleh jamur mikroskopis. Jamur bertahan dengan hidup dari sel-sel kulit mati kita. Sebagian besar waktu, organisme ini tidak berbahaya. Tapi jamur bisa menjadi masalah ketika mereka berkembang biak dengan cepat. Infeksi jamur termasuk panu, kudis, dll. Candida merupakan infeksi jamur yang paling sering mempengaruhi daerah genital. Gejala-gejala dari kondisi berbagai jamur sangat mirip. Gatal dan terbakar yang umum. Beberapa dapat menyebabkan kemerahan pada kulit, lesi juga bisa muncul. Semoga artikel ini bermanfaat bagi sang pembaca.🙂

Sekilas Tentang Asma

Asma adalah suatu gejala yang ditimbulkan oleh kelainan saluran nafas yang berupa kepekaan yang meningkat terhadap rangsangan dari lingkungan sebagai pemicu.

Pemicu gejala ini dapat berupa kelelahan pikiran (gangguan emosi), kelelahan jasmani, perubahan lingkungan hidup yang tidak diharapkan (cuaca, kelembaban, temperatur, asap (terutama rokok) dan bau-bauan yang merangsang), infeksi saluran nafas terutama penyakit influenza tertentu, dan reaksi alergi dari bahan yang terhirup atau dimakan.

Tingkat gejala kepekaan saluran nafas ini diawali dari gejala yang ringan (berupa pilek/bersin atau batuk yang sering berulang/kambuh) sampai dengan gejala yang berat berupa serangan asma (kesulitan bernafas). Keadaan ini sebenarnya ditandai adanya latar belakang reaksi alergi.

Timbulnya beberapa tingkatan gejala kepekaan yang terekam/bisa diutarakan oleh penderita biasanya diawali sejak masa kanak. Sekitar 50% gejala akan sembuh dengan sendirinya, walaupun pada suatu saat gejala ini akan muncul lagi pada tingkat gejala yang lebih berat yang sering diberi istilah asma. Sekitar 55-6-% penyakit alergi pernafasan in dapat diturunkan ke anak atau cucu dan sisanya diakibatkan karena adanya polusi lingkungan hidup yang kurang atau masih belum mendapatkan perhatian, karena itu gejala baru muncul setelah dewasa bukan karena merupakan hal yang aneh.

Penyebab

Dasar permasalah pada penyakit asma terletak pada kelainan saluran nafas yang berpa proses reaksi/keradangan (akibat reaksi alergi) yang disebabkan oleh paparan bahan-bahan antara lain:

  • Debu yang ada di dalam rumah yaitu debu yang berasal dari kasur kapuk (terutama yang sudah lama), karpet, sofa, pakaian yang disimpan lama di dalam lemari, langit-langit atap rumah, buku-buku/kertas arsip yang lama, dll.
  • Bahan makanan terutama jenis ikan laut, susu sapi, telur, coklat, kacang-kacangan, dll. (sedang kelompok bahan makann yang mempunyai ciri yang mengiritasi a.l. pedas, dingin, bergetah, rasa manis/asam, asin, dll. bukan penyebab tapi pemicu).
  • Lingkungan hidup antara lain bulu yang berasal dari bahan pertanian (tepung sari, jerami, rumput-rumputan, ampas tebu, dll.), bahan yang berasal dari bulu dan kotoran unggas serta binatang piaraan.